SOSIAL

Seribuan Anak di Jawa Barat Jadi Pekerja





Sebanyak1.091 anak di Jawa Barat dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Anak-anak itu berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.
 
Lembaga Advokasi Hak Anak (LAHA) memberikan bekal pendidikan informal kepada 789 anak pekerja rumah tangga dari 1.091 anak yang terdata. Pendidikan informal diberikan agar anak memiliki kemampuan dan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.
 
”Sebanyak 789 anak kami beri pendidikan informal, seperti kursus menjahit. Kami utamakan kursus menjahit karena kemampuan itu dapat dimanfaatkan secepatnya,” kata Andi, Kepala Pendamping Pekerja Rumah Tangga Anak LAHA, (12/02/2012).
 
Menurut Andi, permasalahan utama dalam memberikan pendidikan kepada anak yang menjadi pembantu rumah tangga adalah kurangnya dukungan sosial dari lingkungan mereka. “Tidak semua orang tua mengizinkan anaknya mengikuti kursus yang kami tawarkan. Makanya tidak semua anak dapat kami berikan pembekalan.”
 
 
 
 
Tiga Rumah Terbakar, 1 Wanita Tua Dilarikan Ke Rumah Sakit


Sehari setelah admin mengeluarkan warning kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran, senin kemarin (22/08/2011) tiga rumah di daerah Jembatan Besi Jak-Bar terbakar habis dilalap si jago merah. Kebakaran ini menghanguskan tiga rumah sekaligus barang-barangnya hanya dalam waktu setengah jam saja.

Menurut informasi hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian jelas penyebab kebakaran yang terjadi di desa Datahu tersebut, namun menurut warga tiba-tiba saja api terlihat disalah satu rumah dan dalam hitungan menit api tersebut menghanguskan tiga rumah sekaligus, berhubung hari itu angin bertiup kencang. Pemadam kebakaran yang dikerahkan Pemda Jakarta Barat pun tidak dapat menyelamatkan bangunan rumah yang terbakar. Seorang wanita tua Fatma Kasim (65) yang merupakan istri dari bapak Ayuba Lahay ikut terbakar dan kini dirawat intensif dirumah sakit umum DR. M.M. Dunda Limboto.(20/02/2012)

Warga Asing Belajar Silat di Saung Udjo



Tiga puluh tujuh warga negara asing mempelajari pencak silat di sanggar seni Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Bandung, Kamis (11/12). Mereka belajar beberapa gerakan silat untuk ditampilkan di hadapan ratusan pengunjung Saung Angklung Udjo.
 
Pertunjukan ini mengundang tawa penonton yang mayoritas turis asing dan pelajar SMA di Bandung. ”Saya malu sama mereka. Saya yang asli Jawa Barat tidak bisa pencak silat. Mereka dari negara orang malah mau belajar dan bisa,” kata Riwan Nugraha, siswa SMA, seusai pertunjukan.
 
Penyelenggara kegiatan, Cristian Widi Nugraha, mengatakan 37 warga negara asing tersebut datang ke Bandung untuk mempelajari berbagai kesenian Jawa Barat. Mereka akan melanjutkan kunjungan budaya ke Bali.
 
“Setelah mempelajari budaya Jawa Barat, mereka akan ke Bali. Di sana mereka akan lebih mengenal kekayaan alam dan budaya Indonesia,” ujar Cristian.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar