KRIMINAL

Penjual VCD Bajakan di Mall

Siapa yang tak kenal Ratu Plaza, pusat perbelanjaan yang terkenal ditahun 80 ini,  salah satu lantai dijadikan tempat penjualan VCD dan DVD bajakan. Pedagang disana tidak merasa takut menjual  VCD dan DVD bajakan secara terang-terangan. Pedagang di gedung ini tentunya mempunyai modal lebih dibanding dengan pedagang yang ada dipinggir jalan atau yang ada di pasar-pasar. Begitupun para pembelinya, rata-rata orang kelas menengah keatas alias orang kaya.Kendatipun pada tahun 2008 lalu, pedagang VCD dan DVD di gedung yang terletak di jalan Sudirman ini pernah digerebek, namun tidak menyurutkan nyali mereka menggelar lagi. Operasi yang dilakukan  oleh Direktorat Kriminal Khusus dikala itu menyikat habis pelaku dan barang buktinya diamankan untuk dimusnakan. Tiga bulan kemudian out late tersebut dibuka lagi, bahkan jumlah out late semakin bertambah, kini mencapai 50 out late.

Hasil pengamatan PORKRIM, out late tersebut digelar di lantai 3, untuk mencapai tempat ini tidak sulit. tempat ini satu lantai  dengan penjual komputer dan telepon selular. Jika kita menggunakan eskalator, poisinya persis di bagian kiri gedung tersebut. Para pedagang membuat out late tersebut dari rangka kayu dan besi dengan ukuran 2 x 3 meter.

Setiap boks tertulis kategori VCD dan DVD, mulai dari kategori lagu, film, game yang diproduksi dalam negeri dan luar. Kemudian agar pengunjung tertarik, pedagang juga menyiapkan perangkat TV dan VCD dan DVD player untuk 'me-ngetes' hasil suara dan warna VCD dan DVD tersebut. Pemiliknya tidak langsung menjual, namun pemiliknya mengunakan pelayan wanita paruh baya berdiri di setiap out latenya.

Pedagang yang ada di gedung tersebut tidak ketinggalan menyajikan lagu, film, game terbaru, mulai dari film-film luar negeri yang masuk kategori boks office pun ada disini. Begitu juga jenis  lagu-lagu dari penyanyi top dalam dan luar negeri pun ada disini, sepertinya mereka tidak tahu kalau yang dijual mereka adalah barang-barang bajakan.

Para pembeli beragam, yang jelas adalah kelompok masyarakat menengah keatas, mulai dari pekerja yang ada di sekitar kawasan Jalan Sudirman, juga kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar dan ada juga dari berbagai daerah yang ada di Jakarta. Pada umumnya ramai dikunjungi pada saat jam-jam istirahat kerja hingga sore hari.

Dalam penelurusan PORKRIM, saat membeli  VCD bajakan lagu produksi luar negeri hanya Rp 20.000 perbuahnya, padahal kaset yang sama buatan orijinalnya ditempat resmi bisa mencapai Rp 80.000. Begitu juga lagu-lagu terbaru dalam negeri bisa dijual dengan harga Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000 padahal kaset orijinal Rp 70.000.

Memang jika dibanding dengan lapak-lapak yang menjual VCD dan DVD bajakan bisa lebih murah lagi harganya untuk lagu-lagu pop dalam negeri bisa dijual hanya Rp 3.000 hingga Rp 5.000. Hal ini tentunya berbeda, mungkin karena mereka harus membayar sewa tempat di gedung yang terletak di Jalan Sudirmanm yang relatif cukup mahal.

Ketika PORKRIM menanyakan kepada salah seorang penjaga out late sebut saja Ningsih, tempatnya bisa menjual rata-rata 500 biji kaset bajakan per hari, itu belum lagi lagu-lagu barat. Pada umumnya pembeli disini tidak lah rewel katanya, yang penting kualitas suaranya dan gambar VDC ataupun DVD-nya jernih.

Ningsih tak pernah merasa takut, kalaulah barang yang dijualnya tersebut adalah barang-barang bajakan yang dilarang oleh pemerintah. "Kan yang lain menjual bebas, mengapa merasa takut," ujar wanita berumur 20 tahun ini, Jumat (10/02/2012). (Syamsul)







Muhaimin Kaget Bawahannya Ditangkap
Tertangkapnya dua pejabat di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah membuat kaget Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar sebagai atasan pejabat tersebut.
“Pak Menteri kaget dengan penangkapan ini,” kata Humas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Suhartono, Jumat (09/02/2012).
Suhartono mengatakan, Menaker mengetahui tertangkapnya Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kemenakertrans, I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian (Kabag) Program, Evaluasi dan Pelaporan di Ditjen P2KT, Dadong Irbarelawan, pada pukul 20.00 WIB.
“Pak Menteri sudah tahu (penangkapan dua bawahannya), saya melaporkan kepada pak Menteri jam 20.00 WIB,” ujarnya.Seperti diberitakan kemarin, KPK kembali menangkap tangan dua pejabat Kemenakertrans dan satu orang pengusaha bernama Darnawati yang diduga menjadi broker dalam proyek itu. (Syamsul)





Oknum Polisi Bunuh Diri Memakai Revolver
Seorang anggota polisi kembali melakukan aksi bunuh diri. Kali ini, perbuatan nekat tersebut dilakukan oleh anggota KP3 (Kepolisian Penjaga Pantai dan Pelabuhan) Tanjungwangi, Polres Banyuwangi, Jawa Timur, Briptu Dodi Setiawan. Dodi bunuh diri pada hari Rabu 8 Februari 2012 sekitar pukul 16.15 WIB kemarin di kantor KP3.

"Kemarin anggota kami atas nama Briptu Dodi Setiawan melakukan perbuatan bunuh diri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol HM Taufik, dalam konfrensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012.

Taufik lantas memaparkan kronologis kejadian. Dikatakan Taufik, saat itu korban sedang melaksanakan tugas piket di markas KP3 bersama 2 orang rekannya atas nama Brigadir Arif Kurniawan dan Brigadir Suyandono. Pada saat melakukan penjagaan sambil menonton televisi, handphone korban berbunyi kemudian karena kemungkinan takut pembicaraan didengar, korban ke luar ruangan tetapi masih satu tempat di ruangan intel, di belakang pos penjagaan.

Tidak lama setelah itu, kedua teman Dodi mendengar suara letusan yang berasal dari lokasi di mana si korban berada. Seketika dua orang itu langsung menghampiri ke tempat korban berada. Setelah dicek menemukan korban sudah meninggal dunia dengan posisi duduk dengan luka tembak di bagian pelipis.

"Tim labfor dan dari BidPropam Polda Jatim sudah melakukan investigasi di Polsek KP3 tersebut untuk menyelidiki latar belakang dari perbuatan anggota tersebut," terang Taufik.

Taufik mengatakan latar belakang belum diketahui karena tim investigasi dari Propam masih melakukan penyelidikan. "Kami belum bisa mengetahui apa motif dari korban dan faktor dia bunuh diri. Dan telpon dari siapa kami juga belum bisa jelaskan. Faktor apa sampai siapa yang menelepon kita belum dapat informasi karena masih dalam penyelidikan. Tapi kami pastikan meninggal karena bunuh diri menggunakan pistol revolver,".

Taufik menekankan jika korban sebenarnya tidak dipersenjatai dan tidak mempunyai izin untuk menggunakan senjata tersebut. Berdasarkan informasi yang dia himpun dari Kapolsek setempat, senjata tersebut didapat dari korban dengan mengambil dari gudang tempat penyimpanan senjata karena kunci gudang berada di tempat piket.

"Semua kunci berada di tempat piket, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Jadi itu kunci gudang setiap tugas selalu diletakkan di tempat piket untuk mengantisipasi apabila ada sesuatu yang tidak diinginkan. Namun ini disalahgunakan oleh si korban dengan mengambil senjata yang ada di gudang," ujarnya menyesalkan. (Syamsul)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar